Friday, July 27, 2007

Berdua, Meski Tak Sering

BERDUA difoto tak sering kami lakukan. Bagaimana bisa sering, wong aku bekerja di Surabaya, istri dan anak-anak di Solo. Pulangku ke Solo setiap pekan, di rumah hanya sehari. Tapi, bagi kami berdua, jarak bukan soal.

Meski terpaut jarak sekitar 272 km, komunikasi kami sangat-sangat lancar sekali. Setiap saat kami biasa saling ber-SMS atau saling kontak memakai ponsel. E-mail dan chating? Wah, nggaklah. Istriku pegang mouse komputer saja nggak bisa! (Tapi cari duit, pintar luar biasa! Buktinya, dia punya warung makan dengan 15 orang pekerja. Namanya tentu engkau sudah tahu : Warung Selat Mbak Lis).

Saling kirim SMS dan menelepon, bisa sampai puluhan kali dalam sehari. Bahkan kadang-kadang istriku kirim SMS atau menelepon tak kenal waktu : dini hari, tengah malam, atau saat aku rapat pagi maupun rapat sore di kantor.

(Bagiku, komunikasi dengan istri sama pentingnya dengan bekerja. Maka, kapan pun dia menelepon, termasuk ketika aku sedang rapat, pasti aku mengangkat ponsel. Dari nada dering spesialnya --tanpa melihat nama yang muncul di layar ponsel-- aku tahu bahwa "Pemred Warung Selat Pos" menelepon dari Solo ke Surabaya, dan harus diangkat...).

2 comments:

ImRoN rOsyId said...

Bagiku, komunikasi dengan istri sama pentingnya dengan bekerja.===> berarti dul2e wis ra penting? dasar wis do uzur yo ra penting dul2. padahal enak tenan

esi said...

kadang pas ada masalah, lewat telepon kok rasanya nggak cukup ya..ada resepnya?